Upaya KAI Mempercepat Headway KRL Tanah Abang-Rangkasbitung Jadi Prioritas Baru

Rabu, 04 Februari 2026 | 09:19:13 WIB

JAKARTA — Di tengah meningkatnya kebutuhan transportasi massal di Jabodetabek, PT Kereta Api Indonesia (KAI) menetapkan target ambisius untuk memperkecil headway atau jeda waktu antar perjalanan Kereta Rel Listrik (KRL) di lintas Stasiun Tanah Abang–Stasiun Rangkasbitung. Perubahan yang direncanakan ini menjadi sorotan setelah disampaikan dalam sebuah Focus Group Discussion (FGD) yang diadakan oleh Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Jakarta dan juga melibatkan berbagai pihak terkait.

Langkah ini dilandasi oleh proyeksi peningkatan jumlah penumpang Commuter Line hingga tahun 2035 yang dipaparkan dalam FGD tersebut, sekaligus sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas dan kualitas layanan transportasi kereta api.

Ajang Bahas Proyeksi Pengguna KRL Masa Depan

Diskusi yang digelar pada Rabu, 28 Januari 2026 itu tidak hanya membahas headway semata, tetapi juga mengulas hasil kajian dan proyeksi penumpang Commuter Line hingga 2035, pola operasi, serta rancangan desain dasar teknik yang dibutuhkan untuk memenuhi tuntutan layanan yang makin tinggi.

Forum ini dihadiri oleh perwakilan dari:

Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA)

Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api

Direktorat Keselamatan Perkeretaapian

Kantor Pusat PT KAI (Persero)

Daop I Jakarta PT KAI

PT Kereta Commuter Indonesia (KCI)

Perwakilan JICA Indonesia Office

Konsultan Oriental Consultant Global (OCG) Co., Ltd.

Kehadiran jajaran penting tersebut menunjukkan bahwa isu peningkatan layanan KRL bukan sekadar hal operasional biasa, tetapi menjadi bagian dari strategi nasional dalam pengelolaan mobilitas masyarakat perkotaan.

Target Headway: Maksimal Delapan Menit

Salah satu poin utama dalam diskusi adalah target pengurangan headway di lintas Tanah Abang–Rangkasbitung menjadi 4–8 menit. Artinya, kereta di rute ini diharapkan berangkat dari stasiun asal ke tujuan dalam selang waktu minimal 4 menit dan tidak lebih dari 8 menit.

Hal ini dipandang sebagai salah satu solusi konkret menghadapi lonjakan pengguna Commuter Line yang terus tumbuh tahun ke tahun, terutama di rute yang menjadi jalur lintasan utama menuju wilayah penyangga kota Jakarta.

Menurut keterangan yang beredar, “Output dari Project Railway Capacity Enhancement (IP 563) sendiri akan lebih difokuskan pada peningkatan headway di lintas Tanah Abang–Rangkasbitung hingga 4–8 menit,” jelas pernyataan resmi yang dikutip dalam unggahan Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Jakarta.

Dengan target seperti ini, jadwal kereta menjadi lebih rapat, memungkinkan penumpang lebih mudah mendapatkan layanan tanpa waktu tunggu terlalu lama — terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari.

Mengapa Headway Penting Bagi Commuter Line?

Headway merupakan elemen krusial dalam menentukan kapasitas layanan dan kenyamanan penumpang. Semakin kecil headway, berarti kereta lebih sering berangkat sehingga jumlah layanan keseluruhan meningkat. Dalam konteks Commuter Line Jabodetabek, hal ini sangat penting karena jumlah penumpang terus meningkat setahun-tahun.

Beberapa data menunjukkan peningkatan perjalanan harian Commuter Line di Tanah Abang saja sudah mencapai ratusan perjalanan setiap harinya, dengan tren jumlah pengguna yang terus naik.

Peningkatan headway bahkan berpotensi membantu penanganan lonjakan penumpang di stasiun besar seperti Tanah Abang, yang dirancang bahkan untuk menampung ratusan ribu penumpang per hari melalui pengembangan fasilitas stasiun dan jumlah jalur kereta yang lebih banyak.

Target Operasional pada 2029

Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) berharap bahwa target headway ini bisa dioperasikan secara efektif mulai pertengahan tahun 2029. Ini berarti masih ada persiapan teknis dan operasional selama beberapa tahun ke depan untuk memastikan perubahan jadwal ini dapat berjalan sesuai rencana.

Persiapan tersebut diperkirakan mencakup berbagai aspek mulai dari penyesuaian jadwal operasi, penambahan fasilitas, hingga kemungkinan penambahan armada kereta baru untuk mendukung frekuensi perjalanan yang lebih tinggi.

Tantangan dan Prospek

Meskipun target ini dinilai positif untuk memperbaiki layanan, tantangan dalam implementasinya tidak dapat diabaikan. Penyesuaian headway hingga 4–8 menit berarti kebutuhan lebih besar terhadap koordinasi operasional, kesiapan teknologi manajemen lalulintas kereta, serta ketersediaan armada yang memadai.

Namun, jika berhasil dijalankan sesuai target, perubahan ini diprediksi akan memberikan dampak positif besar terhadap mobilitas masyarakat Jabodetabek, terutama bagi para commuter yang setiap harinya mengandalkan KRL untuk beraktivitas.

Upaya mempercepat headway KRL di jalur Tanah Abang–Rangkasbitung menjadi salah satu fokus besar KAI dalam menghadapi proyeksi lonjakan jumlah penumpang di masa depan. Dengan target headway 4–8 menit yang direncanakan dapat beroperasi pada pertengahan 2029, langkah ini menggambarkan perubahan strategi penting dalam layanan transportasi kereta api perkotaan Indonesia.

Terkini