JAKARTA - Proyek strategis Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) atau yang dikenal sebagai waste to energy (WtE) memasuki fase penting setelah PT Danantara Investment Management (Persero) menyatakan ada 24 perusahaan internasional yang lolos seleksi untuk mengikuti proses tender.
Pengumuman ini menjadi tanda bahwa program yang diamanatkan melalui Perpres Nomor 109 Tahun 2025 semakin dekat menuju realisasi, dengan fokus utama pada peningkatan efisiensi pengelolaan sampah sekaligus dukungan terhadap transisi energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Pemilihan Perusahaan Peserta Tender
Sebanyak 24 perusahaan internasional dari berbagai negara, termasuk China, Prancis, Jepang, Singapura dan Hong Kong dinyatakan telah lolos seleksi dan berhak untuk mengikuti proses tender proyek PSEL/WtE ini. Proses seleksi itu sendiri merupakan tahap lanjutan setelah lebih dari 200 perusahaan mendaftar dalam Daftar Penyedia Teknologi (DPT).
Stefanus Ade Hadiwidjaja, Managing Director Investment Danantara Investment Management, menjelaskan bahwa proses seleksi dan tender tersebut dilakukan secara profesional, kompetitif, dan dengan standar mitigasi risiko yang ketat. Semua peserta diwajibkan membentuk konsorsium serta bekerja sama dengan mitra lokal untuk mendorong transfer technology dan memperkuat kapasitas nasional dalam pengelolaan teknologi energi dari sampah.
Fokus Tender di Empat Kota Percontohan
Proyek waste to energy yang tengah dijalankan ini direncanakan akan diterapkan pada empat kota percontohan sebagai tahap awal, yakni Bekasi, Denpasar, Yogyakarta, dan Bogor. Keempat kota itu dipilih karena dianggap sudah memiliki kesiapan administratif dan kondisi volume sampah yang memerlukan penanganan cepat melalui teknologi tinggi.
Seiring dengan proses tender, Danantara Indonesia aktif menggelar sosialisasi dan audiensi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI). Hal ini dilakukan untuk memperkuat dukungan publik sekaligus menjaring masukan bagi kelancaran pelaksanaan proyek ini menyesuaikan kondisi lokal masing-masing daerah.
Pertimbangan Tata Kelola dan Lingkungan
Selain mempertimbangkan kesiapan teknologi dan pengalaman perusahaan peserta, Danantara juga menegaskan bahwa aspek tata kelola, lingkungan dan sosial menjadi faktor utama dalam pemilihan perusahaan pemenang tender. Stefanus menegaskan bahwa sistem teknologi yang akan dipakai dalam proyek waste to energy bukanlah pembakaran konvensional, melainkan mekanisme dengan filtrasi lanjutan untuk mengurangi residu emisi, sehingga kualitas udaranya sesuai dengan standar kesehatan internasional.
Pentingnya hubungan antara teknologi modern dengan kesiapan sosial masyarakat juga mendapat perhatian dari anggota DPD RI. Mereka mengingatkan bahwa masyarakat perlu diberi pemahaman tentang pemilahan sampah, karena teknologi terbaik sekalipun tidak akan maksimal bila masyarakat belum siap dari sisi behavior.
Peluang Kerja Sama dengan Mitra Lokal
Dalam diskusi dengan sejumlah pemangku kepentingan, Ketua DPD RI menyatakan dukungan terhadap proyek waste to energy. Ia menilai bahwa proyek tersebut merupakan terobosan penting sebagai solusi atas persoalan sampah di perkotaan. Menurutnya, keterlibatan mitra lokal tidak hanya mendorong transfer technology tetapi juga membuka ruang ekonomi baru di sekitar wilayah proyek.
Menanggapi berbagai masukan, Danantara menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang komunikasi dan kerja sama dengan pemerintah daerah, legislatif, dan masyarakat guna memastikan bahwa proyek ini tidak hanya menguntungkan dari sisi teknologi, tetapi juga memberikan manfaat luas bagi masyarakat sekitar.
Langkah Menuju Finalisasi Tender
Dengan diumumkannya 24 perusahaan yang lolos seleksi, Danantara Indonesia kini bersiap memasuki fase akhir dalam proses tender. Pengumuman pemenang tender diperkirakan akan dilakukan dalam waktu dekat, setelah penilaian terhadap penawaran teknis dan finansial para peserta rampung.
Proyek waste to energy ini diharapkan tidak hanya memberikan solusi terhadap masalah penumpukan sampah di sejumlah wilayah perkotaan, tetapi juga menjadi salah satu instrumen dalam strategi diversifikasi energi nasional yang lebih ramah lingkungan dan efisien. Selain itu, keterlibatan perusahaan global dengan pengalaman teknologi tinggi diharapkan dapat membawa know-how yang sangat penting bagi pengembangan industri energi terbarukan di Indonesia.
Dalam konteks tersebut, eksekusi proyek ini dipandang sebagai langkah penting yang dapat memperkuat kolaborasi antara investor global dan mitra lokal, sekaligus memperluas kesempatan tenaga kerja dan pembangunan ekonomi di wilayah-wilayah yang terlibat.