BRIN Gandeng Kemenkeu Kembangkan Armada Kapal Riset Nasional Modern

Jumat, 20 Februari 2026 | 10:17:53 WIB
BRIN Gandeng Kemenkeu Kembangkan Armada Kapal Riset Nasional Modern

JAKARTA - Upaya memperkuat kapasitas riset nasional kini memasuki babak baru melalui dukungan pembiayaan inovatif. 

Kementerian Keuangan melalui PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia atau PT PII memberikan dukungan Project Development Facility (PDF) untuk proyek Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) Pengelolaan dan Pembangunan Armada Kapal Riset Nasional (KPBU Kapal Riset).

Dukungan tersebut menjadi bagian dari strategi menghadirkan skema pembiayaan yang lebih kreatif dan berkelanjutan dalam pembangunan infrastruktur ilmu pengetahuan. 

Proyek ini berada di bawah tanggung jawab Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebagai Penanggung Jawab Proyek Kerja Sama (PJPK).

Salah satu bentuk komitmen PT PII adalah partisipasi dalam kegiatan market sounding yang diselenggarakan BRIN di Jakarta. Forum ini menjadi ruang awal memperkenalkan proyek kepada calon mitra strategis dari sektor swasta.

Market Sounding Jaring Minat Investor

Kegiatan market sounding tersebut dihadiri Kepala BRIN, Wakil Kepala BRIN, Direktur PDPPI Kementerian Keuangan, Direktur Keuangan PT PII, perwakilan Bappenas, serta pelaku industri dan pemangku kepentingan lainnya.

Tujuan kegiatan ini adalah memperkenalkan proyek secara komprehensif kepada calon mitra potensial sekaligus memperoleh masukan, minat, dan tanggapan dari para pemangku kepentingan. 

Selain itu, forum ini juga digunakan untuk mengukur tingkat kelayakan serta minat pasar sebelum proyek memasuki tahap penyusunan Dokumen Business Case Akhir.

Langkah ini dinilai penting agar proyek KPBU Kapal Riset berjalan dengan perencanaan matang, transparan, dan menarik bagi investor. Dengan keterlibatan sejak tahap awal, diharapkan risiko proyek dapat teridentifikasi lebih dini.

Kebutuhan Armada dan Skema Strategis KPBU

Kepala BRIN Arif Satria mengatakan proyek KPBU Kapal Riset merupakan bagian dari komitmen dalam mendukung kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pencapaian tujuan pembangunan nasional. Proyek ini juga diarahkan untuk meningkatkan kapasitas, kompetensi, dan sinergi riset nasional.

Menurut Arif, kebutuhan tersebut belum dapat sepenuhnya dijawab oleh kondisi kapal riset BRIN saat ini yang masih memiliki berbagai keterbatasan. Tingginya permintaan riset dan besarnya biaya operasional menjadi tantangan tersendiri.

“Dengan demand riset yang tinggi dan keterbatasan armada kapal riset, pembiayaan kreatif melalui KPBU menjadi jawaban atas kebutuhan strategis tersebut. Proyek ini perlu didukung melalui skema yang prudent dan memberikan kenyamanan bagi investor,” ujar Arif.

Kapal riset yang akan dikembangkan dirancang sebagai multipurpose research vessel berteknologi canggih. Kapal tersebut akan dilengkapi remotely operated vehicle (ROV) serta peralatan riset portabel untuk menunjang berbagai kegiatan penelitian.

Skema DBFOMT dan Lingkup Proyek

Lingkup proyek KPBU Kapal Riset menggunakan skema Design Build Finance Operate Maintain Transfer (DBFOMT). Skema ini memungkinkan keterlibatan badan usaha sejak tahap perancangan hingga pengoperasian dan pemeliharaan sebelum akhirnya dialihkan kembali kepada pemerintah.

Proyek mencakup pembangunan dan pengelolaan satu kapal riset samudera baru. Selain itu, terdapat pengelolaan dua kapal riset yang saat ini tengah dalam proses pengadaan melalui skema Pinjaman/Hibah Luar Negeri (PHLN).

Masa konsesi proyek direncanakan selama 20 tahun, termasuk periode konstruksi. Rentang waktu tersebut diharapkan cukup untuk memastikan keberlanjutan operasional, efisiensi pembiayaan, dan optimalisasi pemanfaatan kapal riset.

Kapal yang dirancang ini ditargetkan mampu mendukung empat tema riset prioritas BRIN sesuai standar internasional. Dengan dukungan teknologi mutakhir, kapal riset diharapkan menjadi tulang punggung eksplorasi dan penelitian kelautan Indonesia.

Pendampingan dan Harapan Jadi Pilot Project

Deputi Direktur Bidang I PT PII Tanti Hidayati mengatakan pihaknya berkomitmen memberikan pendampingan di setiap tahapan KPBU melalui fasilitas Project Development Facility (PDF) yang disediakan Kementerian Keuangan.

Menurut Tanti, fasilitas ini diharapkan membantu BRIN memperoleh mitra badan usaha pelaksana yang tepat.

“Market sounding dilakukan secara terbuka dengan akses informasi yang setara bagi seluruh peserta, sehingga setiap investor memiliki peluang yang sama untuk berpartisipasi dalam proyek ini,” kata Tanti.

Ia menambahkan, selain pendampingan dan penyiapan transaksi, PT PII juga siap memberikan penjaminan pemerintah sesuai mandat perusahaan guna mendukung keberhasilan proyek.

PT PII berharap proyek KPBU Kapal Riset dapat menjadi pilot project KPBU pertama di sektor infrastruktur ilmu pengetahuan dan riset di Indonesia. Jika berhasil, model ini berpotensi direplikasi untuk pengembangan infrastruktur riset lainnya.

Melalui sinergi antara pemerintah dan badan usaha, proyek ini diharapkan memperkuat fondasi riset nasional sekaligus mendorong terciptanya ekosistem pembiayaan yang inovatif. 

Dukungan Kementerian Keuangan melalui PT PII menjadi langkah strategis dalam memastikan pembangunan armada kapal riset nasional berjalan berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi kemajuan ilmu pengetahuan Indonesia.

Terkini